Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Gaya hidup » Menjadi Menawan di Usia Senja, Lebih dari Sekadar Penampilan

Menjadi Menawan di Usia Senja, Lebih dari Sekadar Penampilan

  • account_circle Lensaperempuan
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editor: Redaksi Lensa Perempuan | Selasa, 03 Pebruari 2026

LENSA PEREMPUAN — Menjadi menawan di usia senja bukan semata soal menjaga penampilan fisik. Lebih dari itu, pesona sejati lahir dari cara seseorang menjalani hidup dengan utuh, berdamai dengan perubahan, serta menemukan makna di setiap fase kehidupan.
Pandangan tersebut disampaikan Dr. Erna Widodo dalam program Obrolan Komunitas disalah satu stasiun Radio di Jakarta, Senin, (26/01/ 2026). Dalam perbincangan itu, ia menekankan bahwa usia senja justru menyimpan kekuatan besar yang kerap luput disadari, khususnya oleh perempuan.
Menurut Erna, perjalanan hidup yang panjang menghadirkan pengalaman, kebijaksanaan, dan ketenangan emosional, adalah modal penting untuk tetap percaya diri dan berperan aktif di lingkungan sosial.
“Menawan di usia senja bukan tentang melawan usia, tetapi tentang menerima dan memaknainya,” ujarnya.

Menerima dan Menghargai Diri Sendiri

Fondasi utama untuk tetap menawan di usia lanjut, menurut Erna, adalah penerimaan diri. Berdamai dengan perubahan fisik dan peran sosial membantu lansia menjalani hari dengan lebih tenang dan positif.
“Menawan itu dimulai dari berdamai dengan diri sendiri,” kata Erna.
Sikap menerima diri membuat perempuan usia senja lebih nyaman dengan kehidupannya, tanpa rasa tertekan oleh standar yang tidak realistis.

Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Kesehatan fisik dan mental menjadi dua hal yang tak terpisahkan di usia lanjut. Aktivitas ringan, pola makan seimbang, serta istirahat yang cukup membantu menjaga kebugaran tubuh.
Namun, Erna menekankan bahwa kesehatan mental tidak kalah penting.
“Kesehatan bukan hanya soal tubuh, tetapi juga pikiran,” ujarnya.
Pikiran yang sehat, tenang, dan positif diyakini mampu menjaga semangat hidup dan kualitas relasi sosial.

Tetap Aktif dan Produktif

Usia senja bukan alasan untuk berhenti berkontribusi. Erna mendorong lansia tetap aktif melakukan kegiatan sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
“Usia boleh bertambah, tetapi kontribusi jangan berhenti,” tuturnya.
Aktivitas sederhana, baik di rumah, komunitas, maupun lingkungan sekitar, sehingga dapat menjaga rasa percaya diri sekaligus perasaan berguna.

Merawat Relasi Sosial

Relasi sosial yang sehat memegang peran penting dalam kualitas hidup lansia. Keterlibatan dalam keluarga, komunitas, atau kegiatan sosial membantu mencegah rasa kesepian yang kerap muncul di usia lanjut.
“Komunitas membuat lansia merasa dihargai dan dibutuhkan,” tutur Erna.
Interaksi sosial yang hangat terbukti membantu menjaga kesehatan mental dan emosional perempuan usia senja.

Terus Belajar dan Berbagi Pengalaman

Pengalaman hidup yang panjang, menurut Erna, adalah kekayaan yang tak ternilai. Lansia didorong untuk terus belajar dan berbagi kisah hidup kepada generasi muda.
“Berbagi pengalaman adalah bentuk kontribusi yang luar biasa,” ujarnya.
Selain bermanfaat bagi orang lain, proses berbagi juga memperkuat rasa bermakna dalam hidup.

Mempersiapkan Usia Senja Sejak Dini

Menutup perbincangan, Erna Widodo mengingatkan bahwa kualitas usia senja tidak hadir secara tiba-tiba. Ia perlu dipersiapkan sejak usia produktif, sehingga baik secara fisik, mental, maupun emosional.
“Menjadi tua itu pasti, tetapi menua dengan bahagia adalah pilihan,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa usia senja bukan fase kehilangan, melainkan tahap kehidupan yang dapat dijalani dengan penuh martabat, makna, dan pesona, khususnya bagi perempuan. (LP)

  • Penulis: Lensaperempuan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyambut Imlek dengan Makna, Persiapan Tradisi dan Harapan di Tahun Shio Kuda

    Menyambut Imlek dengan Makna, Persiapan Tradisi dan Harapan di Tahun Shio Kuda

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 188
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momen refleksi kolektif tentang harapan, keseimbangan, dan pembaruan hidup. Bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi ruang pertemuan antara tradisi, keluarga, dan doa-doa yang disematkan dengan penuh makna. Secara etimologis, kata Imlek berasal dari dialek Hokkien, yakni “Im” yang berarti bulan dan […]

  • Representasi Perempuan di Media, Antara Stereotip dan Pemberdayaan

    Representasi Perempuan di Media, Antara Stereotip dan Pemberdayaan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Lensaperempuan
    • visibility 303
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Media massa memegang peran strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap realitas sosial. Ia tidak sekadar menjadi cermin peristiwa, tetapi juga produsen makna yang menentukan siapa yang dianggap penting, bagaimana suatu kelompok dipahami, serta nilai apa yang terus dinormalisasi dalam kehidupan publik. Dalam konteks tersebut, representasi perempuan di media menjadi isu krusial. […]

  • Anak Keras Kepala? Ini Cara Mendidik dengan Tenang Tanpa Marah dan Paksaan

    Anak Keras Kepala? Ini Cara Mendidik dengan Tenang Tanpa Marah dan Paksaan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 167
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Setiap anak terlahir dengan karakter yang berbeda. Ada yang mudah diarahkan, ada pula yang tampak sulit diajak kompromi dan ingin menentukan pilihannya sendiri. Anak dengan karakter seperti ini kerap diberi label keras kepala. Padahal, di balik sikap tersebut sering tersembunyi potensi besar: keberanian mengambil keputusan, kemampuan berpikir kritis, serta dorongan kuat untuk […]

  • 5 Penyebab Keputihan Berwarna Kuning saat Hamil Tua

    5 Penyebab Keputihan Berwarna Kuning saat Hamil Tua

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Lensaperempuan
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Editor: Redaksi Lensa Perempuan | Senin, 02 Pebruari 2026 LENSA PEREMPUAN – Mommy, waspadai keputihan yang abnormal ini. Keputihan pada ibu hamil bisa dibilang merupakan hal yang wajar. Memang pada sebagian ibu hamil terjadi peningkatan frekuensi keputihan. Penyebabnya ialah peningkatan hormon estrogen serta aliran darah ke dalam vagina yang menyebabkan keputihan meningkat selama masa kehamilan. […]

  • Perut Kendur Setelah Melahirkan, Ini 5 Kiat Alami Mengencangkan Tubuh dengan Aman dan Bertahap

    Perut Kendur Setelah Melahirkan, Ini 5 Kiat Alami Mengencangkan Tubuh dengan Aman dan Bertahap

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 283
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Perubahan tubuh setelah melahirkan adalah pengalaman yang hampir dirasakan setiap ibu. Salah satu yang paling sering memengaruhi rasa percaya diri adalah kondisi perut yang tampak kendur, bahkan masih terlihat seperti sedang hamil. Meski kerap menimbulkan kekhawatiran, kondisi ini sejatinya merupakan proses alami tubuh perempuan pascapersalinan. Kabar baiknya, perut kendur setelah melahirkan bukanlah […]

  • Selingkuh Bukan Sekadar Pengkhianatan, Benarkah Bisa Terkait Gangguan Kepribadian?

    Selingkuh Bukan Sekadar Pengkhianatan, Benarkah Bisa Terkait Gangguan Kepribadian?

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 257
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Perselingkuhan kerap dipahami sebagai bentuk pengkhianatan terhadap komitmen. Dalam banyak kasus, ia dikaitkan dengan masalah komunikasi, ketidakpuasan emosional, atau konflik yang tak terselesaikan dalam hubungan. Namun, muncul pertanyaan yang lebih dalam: benarkah selingkuh bisa menjadi tanda gangguan kepribadian tertentu? Pertanyaan ini tidak sederhana. Psikologi modern menegaskan bahwa perselingkuhan tidak bisa disimpulkan dari […]

expand_less