Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Gaya hidup » Persiapan Menyambut Ramadan, Pastikan Mama Melakukan 8 Hal Penting Ini

Persiapan Menyambut Ramadan, Pastikan Mama Melakukan 8 Hal Penting Ini

  • account_circle EditorLensa
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LENSA PEREMPUAN — Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Ada harap, ada rindu, dan ada semangat untuk menata ulang ritme hidup agar lebih tenang dan bermakna. Setelah beberapa tahun dijalani dalam keterbatasan akibat pandemi, Ramadan kini kembali hadir dalam suasana yang lebih lapang—lebih hangat, lebih akrab, dan lebih hidup bersama keluarga.

Bagi Mama, Ramadan bukan sekadar soal menahan lapar dan dahaga. Ada banyak peran yang berjalan bersamaan, yaitu menjaga kesehatan diri, mengurus keluarga, menyiapkan sahur dan berbuka, hingga memastikan suasana rumah tetap nyaman dan penuh cinta. Agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih ringan dan optimal, persiapan sejak dini menjadi kunci.

Berikut delapan hal penting yang bisa Mama lakukan untuk menyambut Ramadan dengan tubuh yang siap dan hati yang lebih tenang.

  1. Meninjau dan Memperbaiki Pola Tidur

Kebiasaan begadang yang sering dianggap sepele justru bisa menjadi tantangan besar saat Ramadan tiba. Tubuh orang dewasa idealnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per hari untuk menjaga metabolisme dan daya tahan tubuh.

Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan fase penting bagi tubuh untuk memulihkan sel dan menjaga keseimbangan hormon. Jika pola tidur belum teratur, cobalah mulai memperbaikinya secara bertahap. Dengan tidur lebih awal, Mama akan lebih siap bangun sahur tanpa merasa lelah sepanjang hari, terutama bagi Mama yang sedang hamil atau menyusui.

  1. Berkonsultasi dengan Dokter, Bila Diperlukan

Bagi Mama yang sedang mengandung atau menyusui, niat berpuasa sebaiknya dibarengi dengan konsultasi medis. Setiap kondisi tubuh berbeda, dan dokter dapat membantu menilai kesiapan fisik berdasarkan riwayat kesehatan dan kebutuhan nutrisi.

Kini, konsultasi dapat dilakukan secara daring jika belum memungkinkan bertemu langsung. Langkah ini bukan untuk membatasi niat ibadah, melainkan bentuk ikhtiar agar puasa tetap aman dan menyehatkan bagi Mama maupun si kecil.

  1. Lebih Bijak Mengatur Porsi Makan dan Camilan

Selama puasa, tubuh akan beradaptasi dengan waktu makan yang lebih terbatas. Karena itu, membiasakan diri mengontrol porsi makan dan ngemil sejak sebelum Ramadan dapat membantu sistem pencernaan menyesuaikan diri dengan lebih baik.

Bukan berarti Mama harus menahan diri secara berlebihan, melainkan mulai memilih makanan dengan gizi seimbang dan porsi yang lebih teratur agar tubuh tidak “kaget” saat memasuki hari-hari awal puasa.

  1. Menyusun Menu Sahur yang Praktis dan Bergizi

Waktu sahur sering kali terasa singkat. Menyiapkan daftar menu sahur sejak awal akan sangat membantu Mama menghemat waktu dan tenaga. Pilih menu yang mudah diolah, bergizi, dan mengenyangkan.

Akan lebih ideal jika Mama juga menyusun rencana menu berbuka, sehingga aktivitas memasak selama Ramadan terasa lebih teratur dan tidak menjadi beban tambahan di tengah ibadah.

  1. Menyediakan Stok Bahan Makanan yang Mudah Diolah

Untuk mengurangi stres harian, sederhanakan persiapan dapur. Pilih bahan makanan yang cepat dimasak, terutama untuk sahur, seperti telur, dada ayam iris, ikan berukuran kecil, atau bahan beku yang praktis.

Untuk sayuran, cukup olah dengan cara sederhana seperti direbus sebentar agar kandungan gizinya tetap terjaga. Cara memasak yang tidak terlalu lama juga membantu mempertahankan vitamin alami dalam makanan.

  1. Menjaga Asupan Vitamin dan Buah

Kebutuhan vitamin setiap anggota keluarga bisa berbeda. Ada yang mencukupi dari madu dan rempah, ada pula yang memerlukan suplemen tambahan. Jika ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.

Selain itu, pastikan Mama menyediakan buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, jeruk, pir, stroberi, atau blewah. Buah-buahan ini membantu menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa.

  1. Memperhatikan Kesehatan Gigi dan Mulut

Salah satu keluhan yang sering muncul saat puasa adalah masalah bau mulut. Hal ini kerap disebabkan oleh kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara teratur.

Biasakan menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur malam. Lengkapi dengan perawatan mulut yang aman, terutama bagi Mama yang sedang hamil atau menyusui, dengan memperhatikan kandungan produk yang digunakan agar tidak memicu iritasi atau rasa mual.

Mulut yang sehat bukan hanya menunjang kenyamanan beribadah, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan.

  1. Menanamkan Afirmasi Positif Setiap Hari

Persiapan Ramadan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental. Afirmasi positif dapat menjadi cara sederhana untuk menenangkan pikiran dan membangun kesiapan emosional.

Menurut psikiater Walter E. Jacobson, afirmasi membantu memusatkan perhatian pada tujuan dan mendorong perubahan ke arah yang lebih positif. Mama bisa memulainya dengan kalimat sederhana di pagi hari, seperti, “Hari ini aku menjalani puasa dengan tenang dan bahagia,” atau berbicara lembut pada diri sendiri dan buah hati.

Ucapan yang baik adalah bentuk doa. Ketika diulang dengan kesadaran, ia dapat menumbuhkan ketenangan dan kekuatan batin sepanjang Ramadan.

Menyambut Ramadan dengan Tubuh Siap dan Hati Lapang

Ramadan adalah momentum untuk memperlambat langkah, menata ulang kebiasaan, dan mendekatkan diri pada hal-hal yang esensial. Dengan persiapan yang matang—baik secara fisik, mental, maupun emosional—Mama dapat menjalani Ramadan bukan hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi sebagai perjalanan yang penuh makna bersama keluarga.

Karena sejatinya, Ramadan bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kesiapan dan ketulusan dalam menjalaninya. (LP)

 

  • Penulis: EditorLensa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Penyebab Keputihan Berwarna Kuning saat Hamil Tua

    5 Penyebab Keputihan Berwarna Kuning saat Hamil Tua

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Lensaperempuan
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Editor: Redaksi Lensa Perempuan | Senin, 02 Pebruari 2026 LENSA PEREMPUAN – Mommy, waspadai keputihan yang abnormal ini. Keputihan pada ibu hamil bisa dibilang merupakan hal yang wajar. Memang pada sebagian ibu hamil terjadi peningkatan frekuensi keputihan. Penyebabnya ialah peningkatan hormon estrogen serta aliran darah ke dalam vagina yang menyebabkan keputihan meningkat selama masa kehamilan. […]

  • Perut Kendur Setelah Melahirkan, Ini 5 Kiat Alami Mengencangkan Tubuh dengan Aman dan Bertahap

    Perut Kendur Setelah Melahirkan, Ini 5 Kiat Alami Mengencangkan Tubuh dengan Aman dan Bertahap

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 111
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Perubahan tubuh setelah melahirkan adalah pengalaman yang hampir dirasakan setiap ibu. Salah satu yang paling sering memengaruhi rasa percaya diri adalah kondisi perut yang tampak kendur, bahkan masih terlihat seperti sedang hamil. Meski kerap menimbulkan kekhawatiran, kondisi ini sejatinya merupakan proses alami tubuh perempuan pascapersalinan. Kabar baiknya, perut kendur setelah melahirkan bukanlah […]

  • Peran Usia dalam Cinta, Mengapa Wanita yang Lebih Tua Sering Menjadi Pilihan

    Peran Usia dalam Cinta, Mengapa Wanita yang Lebih Tua Sering Menjadi Pilihan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 80
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN, JAKARTA — Di tengah masyarakat yang masih kerap menempatkan perempuan dalam standar usia tertentu, kisah tentang pria yang jatuh cinta pada wanita yang lebih tua sering kali dipandang dengan kacamata sebelah. Padahal, cinta seperti hidup, tak pernah berjalan lurus mengikuti norma sosial. Bagi sebagian pria, ketertarikan pada wanita yang lebih tua bukanlah penyimpangan, […]

  • Tips Merawat Rambut Agar Tetap Lembut dan Sehat Alami, Dimulai dari Gaya Hidup Sehari-hari

    Tips Merawat Rambut Agar Tetap Lembut dan Sehat Alami, Dimulai dari Gaya Hidup Sehari-hari

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 110
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN— Rambut yang sehat, kuat, dan lembut sering kali menjadi cerminan gaya hidup seseorang. Bukan semata soal estetika, kondisi rambut juga berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, aktivitas padat, paparan polusi, serta kebiasaan perawatan yang kurang tepat membuat rambut mudah kering, kusam, dan rontok. Dikutip dari laman resmi Halodoc, Senin (2/2/2026), menjaga […]

  • Menyambut Imlek dengan Makna, Persiapan Tradisi dan Harapan di Tahun Shio Kuda

    Menyambut Imlek dengan Makna, Persiapan Tradisi dan Harapan di Tahun Shio Kuda

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 75
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momen refleksi kolektif tentang harapan, keseimbangan, dan pembaruan hidup. Bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi ruang pertemuan antara tradisi, keluarga, dan doa-doa yang disematkan dengan penuh makna. Secara etimologis, kata Imlek berasal dari dialek Hokkien, yakni “Im” yang berarti bulan dan […]

  • Selingkuh Bukan Sekadar Pengkhianatan, Benarkah Bisa Terkait Gangguan Kepribadian?

    Selingkuh Bukan Sekadar Pengkhianatan, Benarkah Bisa Terkait Gangguan Kepribadian?

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 99
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Perselingkuhan kerap dipahami sebagai bentuk pengkhianatan terhadap komitmen. Dalam banyak kasus, ia dikaitkan dengan masalah komunikasi, ketidakpuasan emosional, atau konflik yang tak terselesaikan dalam hubungan. Namun, muncul pertanyaan yang lebih dalam: benarkah selingkuh bisa menjadi tanda gangguan kepribadian tertentu? Pertanyaan ini tidak sederhana. Psikologi modern menegaskan bahwa perselingkuhan tidak bisa disimpulkan dari […]

expand_less