Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Gender » Peran Ganda Tanpa Kehilangan Cinta, Kisah Perempuan Bekerja Menjaga Karier dan Keluarga

Peran Ganda Tanpa Kehilangan Cinta, Kisah Perempuan Bekerja Menjaga Karier dan Keluarga

  • account_circle Lensaperempuan
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Editor: Redaksi Lensa Perempuan | Selasa, 02 Pebruari 2026

LENSA PEREMPUAN — Bagi banyak perempuan, menjadi ibu bekerja berarti menjalani dua dunia dalam satu tarikan napas. Di ruang publik, ada tuntutan profesionalisme, target kerja, dan tanggung jawab institusional. Di ruang domestik, ada anak-anak yang membutuhkan perhatian, keluarga yang menunggu kehadiran emosional, dan rumah yang menjadi pusat kehidupan.

Peran ganda ini kerap membuat waktu terasa singkat dan energi cepat terkuras. Namun di tengah tantangan tersebut, banyak ibu bekerja terus berupaya menemukan keseimbangan—agar karier tetap berjalan tanpa kehilangan kehangatan keluarga.

Susilawati seorang ibu bekerja di sektor industri kesehatan, membagikan pengalamannya kepada Lensa Perempuan tentang bagaimana ia mengelola peran sebagai profesional sekaligus ibu, tanpa mengorbankan salah satunya.

Pulang Tepat Waktu, Hadir Secara Emosional

Bagi ibu bekerja, pulang tepat waktu bukan semata urusan jam kerja. Lebih dari itu, pulang berarti kembali ke rumah dengan kesiapan emosional.

“Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan di kantor agar tidak membawa beban ke rumah. Waktu bersama keluarga setelah pulang kerja adalah momen yang tidak bisa digantikan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa kehadiran ibu di rumah, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan emosional yang memberikan rasa aman bagi anak dan pasangan.

Rumah Bukan Perpanjangan Kantor

Fenomena membawa pekerjaan hingga ke rumah menjadi tantangan umum bagi perempuan bekerja. Notifikasi pekerjaan yang terus masuk sering kali membuat rumah kehilangan fungsinya sebagai ruang istirahat.

Menurutnya, menetapkan batas antara pekerjaan dan kehidupan keluarga adalah langkah penting agar perempuan tidak terjebak dalam kelelahan berkepanjangan. Rumah, kata dia, seharusnya menjadi tempat memulihkan energi dan membangun kedekatan emosional.

Akhir Pekan Untuk Mengembalikan Prioritas

Hari libur dan akhir pekan menjadi ruang jeda yang penting. Di waktu inilah, ia memilih untuk memusatkan perhatian pada keluarga.

“Kami menikmati hal-hal sederhana, seprti memasak bersama, menonton film, atau berjalan santai. Momen kecil justru terasa paling bermakna,” tuturnya.

Aktivitas sederhana tersebut menjadi fondasi kebersamaan yang membangun ingatan positif bagi anak-anak.

Kualitas Waktu Lebih Penting dari Lamanya

Ia menyadari bahwa kebersamaan tidak selalu harus panjang. Yang terpenting adalah kualitas kehadiran.

“Meski waktu terbatas, saya berusaha benar-benar mendengarkan dan hadir. Kadang hanya berbincang sebentar, tapi dilakukan dengan penuh perhatian,” katanya.

Konsistensi dalam kebersamaan inilah yang menjaga kedekatan emosional antara ibu dan anak.

Liburan Sederhana, Dampak yang Besar

Di sela rutinitas padat, liburan singkat bersama keluarga menjadi cara untuk menyegarkan pikiran.

“Tidak harus mahal atau jauh. Yang penting kami bersama,” ujarnya.

Staycation sederhana atau perjalanan singkat dinilai cukup untuk mengembalikan semangat sebagai ibu sekaligus perempuan profesional.

Merawat Peran Ganda dengan Kesadaran

Menjadi ibu bekerja adalah proses yang penuh tantangan, namun juga sarat makna. Dengan pengelolaan waktu yang bijak, keberanian menetapkan batas, dan kesadaran untuk hadir sepenuh hati di rumah, peran sebagai ibu dan profesional tidak harus saling meniadakan.

Justru dari keseimbangan itulah, perempuan dapat bertumbuh lebih baik di ruang publik maupun di ruang keluarga, tanpa kehilangan jati diri dan kehangatan relasi.(LP)

  • Penulis: Lensaperempuan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Representasi Perempuan di Media, Antara Stereotip dan Pemberdayaan

    Representasi Perempuan di Media, Antara Stereotip dan Pemberdayaan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Lensaperempuan
    • visibility 152
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Media massa memegang peran strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap realitas sosial. Ia tidak sekadar menjadi cermin peristiwa, tetapi juga produsen makna yang menentukan siapa yang dianggap penting, bagaimana suatu kelompok dipahami, serta nilai apa yang terus dinormalisasi dalam kehidupan publik. Dalam konteks tersebut, representasi perempuan di media menjadi isu krusial. […]

  • Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Pasangan Perlahan Tidak Betah di Rumah

    Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Pasangan Perlahan Tidak Betah di Rumah

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 67
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman untuk pulang, ruang untuk beristirahat, berbagi cerita, dan memulihkan diri setelah hari yang panjang. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit pasangan yang perlahan merasa rumah kehilangan kehangatannya. Bukan karena cinta yang memudar, melainkan karena kebiasaan-kebiasaan kecil yang tak disadari terus berulang. Dalam relasi pernikahan, kenyamanan bukan hanya […]

  • Tips Merawat Rambut Agar Tetap Lembut dan Sehat Alami, Dimulai dari Gaya Hidup Sehari-hari

    Tips Merawat Rambut Agar Tetap Lembut dan Sehat Alami, Dimulai dari Gaya Hidup Sehari-hari

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 109
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN— Rambut yang sehat, kuat, dan lembut sering kali menjadi cerminan gaya hidup seseorang. Bukan semata soal estetika, kondisi rambut juga berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, aktivitas padat, paparan polusi, serta kebiasaan perawatan yang kurang tepat membuat rambut mudah kering, kusam, dan rontok. Dikutip dari laman resmi Halodoc, Senin (2/2/2026), menjaga […]

  • Menyambut Imlek dengan Makna, Persiapan Tradisi dan Harapan di Tahun Shio Kuda

    Menyambut Imlek dengan Makna, Persiapan Tradisi dan Harapan di Tahun Shio Kuda

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 75
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momen refleksi kolektif tentang harapan, keseimbangan, dan pembaruan hidup. Bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi ruang pertemuan antara tradisi, keluarga, dan doa-doa yang disematkan dengan penuh makna. Secara etimologis, kata Imlek berasal dari dialek Hokkien, yakni “Im” yang berarti bulan dan […]

  • Anak Keras Kepala? Ini Cara Mendidik dengan Tenang Tanpa Marah dan Paksaan

    Anak Keras Kepala? Ini Cara Mendidik dengan Tenang Tanpa Marah dan Paksaan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle EditorLensa
    • visibility 63
    • 0Komentar

    LENSA PEREMPUAN — Setiap anak terlahir dengan karakter yang berbeda. Ada yang mudah diarahkan, ada pula yang tampak sulit diajak kompromi dan ingin menentukan pilihannya sendiri. Anak dengan karakter seperti ini kerap diberi label keras kepala. Padahal, di balik sikap tersebut sering tersembunyi potensi besar: keberanian mengambil keputusan, kemampuan berpikir kritis, serta dorongan kuat untuk […]

  • Menjadi Menawan di Usia Senja, Lebih dari Sekadar Penampilan

    Menjadi Menawan di Usia Senja, Lebih dari Sekadar Penampilan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Lensaperempuan
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Editor: Redaksi Lensa Perempuan | Selasa, 03 Pebruari 2026 LENSA PEREMPUAN — Menjadi menawan di usia senja bukan semata soal menjaga penampilan fisik. Lebih dari itu, pesona sejati lahir dari cara seseorang menjalani hidup dengan utuh, berdamai dengan perubahan, serta menemukan makna di setiap fase kehidupan. Pandangan tersebut disampaikan Dr. Erna Widodo dalam program Obrolan […]

expand_less