Persiapan Menyambut Ramadan, Pastikan Mama Melakukan 8 Hal Penting Ini
- account_circle EditorLensa
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LENSA PEREMPUAN — Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Ada harap, ada rindu, dan ada semangat untuk menata ulang ritme hidup agar lebih tenang dan bermakna. Setelah beberapa tahun dijalani dalam keterbatasan akibat pandemi, Ramadan kini kembali hadir dalam suasana yang lebih lapang—lebih hangat, lebih akrab, dan lebih hidup bersama keluarga.
Bagi Mama, Ramadan bukan sekadar soal menahan lapar dan dahaga. Ada banyak peran yang berjalan bersamaan, yaitu menjaga kesehatan diri, mengurus keluarga, menyiapkan sahur dan berbuka, hingga memastikan suasana rumah tetap nyaman dan penuh cinta. Agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih ringan dan optimal, persiapan sejak dini menjadi kunci.
Berikut delapan hal penting yang bisa Mama lakukan untuk menyambut Ramadan dengan tubuh yang siap dan hati yang lebih tenang.
- Meninjau dan Memperbaiki Pola Tidur
Kebiasaan begadang yang sering dianggap sepele justru bisa menjadi tantangan besar saat Ramadan tiba. Tubuh orang dewasa idealnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per hari untuk menjaga metabolisme dan daya tahan tubuh.
Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan fase penting bagi tubuh untuk memulihkan sel dan menjaga keseimbangan hormon. Jika pola tidur belum teratur, cobalah mulai memperbaikinya secara bertahap. Dengan tidur lebih awal, Mama akan lebih siap bangun sahur tanpa merasa lelah sepanjang hari, terutama bagi Mama yang sedang hamil atau menyusui.
- Berkonsultasi dengan Dokter, Bila Diperlukan
Bagi Mama yang sedang mengandung atau menyusui, niat berpuasa sebaiknya dibarengi dengan konsultasi medis. Setiap kondisi tubuh berbeda, dan dokter dapat membantu menilai kesiapan fisik berdasarkan riwayat kesehatan dan kebutuhan nutrisi.
Kini, konsultasi dapat dilakukan secara daring jika belum memungkinkan bertemu langsung. Langkah ini bukan untuk membatasi niat ibadah, melainkan bentuk ikhtiar agar puasa tetap aman dan menyehatkan bagi Mama maupun si kecil.
- Lebih Bijak Mengatur Porsi Makan dan Camilan
Selama puasa, tubuh akan beradaptasi dengan waktu makan yang lebih terbatas. Karena itu, membiasakan diri mengontrol porsi makan dan ngemil sejak sebelum Ramadan dapat membantu sistem pencernaan menyesuaikan diri dengan lebih baik.
Bukan berarti Mama harus menahan diri secara berlebihan, melainkan mulai memilih makanan dengan gizi seimbang dan porsi yang lebih teratur agar tubuh tidak “kaget” saat memasuki hari-hari awal puasa.
- Menyusun Menu Sahur yang Praktis dan Bergizi
Waktu sahur sering kali terasa singkat. Menyiapkan daftar menu sahur sejak awal akan sangat membantu Mama menghemat waktu dan tenaga. Pilih menu yang mudah diolah, bergizi, dan mengenyangkan.
Akan lebih ideal jika Mama juga menyusun rencana menu berbuka, sehingga aktivitas memasak selama Ramadan terasa lebih teratur dan tidak menjadi beban tambahan di tengah ibadah.
- Menyediakan Stok Bahan Makanan yang Mudah Diolah
Untuk mengurangi stres harian, sederhanakan persiapan dapur. Pilih bahan makanan yang cepat dimasak, terutama untuk sahur, seperti telur, dada ayam iris, ikan berukuran kecil, atau bahan beku yang praktis.
Untuk sayuran, cukup olah dengan cara sederhana seperti direbus sebentar agar kandungan gizinya tetap terjaga. Cara memasak yang tidak terlalu lama juga membantu mempertahankan vitamin alami dalam makanan.
- Menjaga Asupan Vitamin dan Buah
Kebutuhan vitamin setiap anggota keluarga bisa berbeda. Ada yang mencukupi dari madu dan rempah, ada pula yang memerlukan suplemen tambahan. Jika ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Selain itu, pastikan Mama menyediakan buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, jeruk, pir, stroberi, atau blewah. Buah-buahan ini membantu menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa.
- Memperhatikan Kesehatan Gigi dan Mulut
Salah satu keluhan yang sering muncul saat puasa adalah masalah bau mulut. Hal ini kerap disebabkan oleh kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara teratur.
Biasakan menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur malam. Lengkapi dengan perawatan mulut yang aman, terutama bagi Mama yang sedang hamil atau menyusui, dengan memperhatikan kandungan produk yang digunakan agar tidak memicu iritasi atau rasa mual.
Mulut yang sehat bukan hanya menunjang kenyamanan beribadah, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan.
- Menanamkan Afirmasi Positif Setiap Hari
Persiapan Ramadan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental. Afirmasi positif dapat menjadi cara sederhana untuk menenangkan pikiran dan membangun kesiapan emosional.
Menurut psikiater Walter E. Jacobson, afirmasi membantu memusatkan perhatian pada tujuan dan mendorong perubahan ke arah yang lebih positif. Mama bisa memulainya dengan kalimat sederhana di pagi hari, seperti, “Hari ini aku menjalani puasa dengan tenang dan bahagia,” atau berbicara lembut pada diri sendiri dan buah hati.
Ucapan yang baik adalah bentuk doa. Ketika diulang dengan kesadaran, ia dapat menumbuhkan ketenangan dan kekuatan batin sepanjang Ramadan.
Menyambut Ramadan dengan Tubuh Siap dan Hati Lapang
Ramadan adalah momentum untuk memperlambat langkah, menata ulang kebiasaan, dan mendekatkan diri pada hal-hal yang esensial. Dengan persiapan yang matang—baik secara fisik, mental, maupun emosional—Mama dapat menjalani Ramadan bukan hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi sebagai perjalanan yang penuh makna bersama keluarga.
Karena sejatinya, Ramadan bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kesiapan dan ketulusan dalam menjalaninya. (LP)
- Penulis: EditorLensa

Saat ini belum ada komentar