Kode Etik
Kode Etik Lensa Perempuan
Lensa Perempuan berkomitmen menjalankan jurnalisme yang profesional, bermartabat, dan berperspektif perempuan. Kode etik ini menjadi pedoman bagi seluruh jajaran redaksi, kontributor, dan pihak yang terlibat dalam produksi konten Lensa Perempuan.
Kode etik ini disusun untuk memastikan setiap karya jurnalistik yang dipublikasikan memenuhi prinsip kebenaran, keadilan, kemanusiaan, serta tanggung jawab sosial.
1. Prinsip Dasar Jurnalisme
Lensa Perempuan berpegang pada prinsip:
- Kebenaran dan akurasi — setiap informasi harus melalui proses verifikasi yang layak.
- Keberimbangan — memberikan ruang pada berbagai sudut pandang yang relevan.
- Independensi — bebas dari tekanan politik, ekonomi, dan kepentingan pihak tertentu.
- Kemanusiaan — menghormati martabat setiap individu, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan.
2. Perspektif Perempuan sebagai Lensa Utama
Dalam setiap liputan, redaksi mempertimbangkan:
- Dampak suatu isu terhadap perempuan dan kelompok rentan
- Ketimpangan struktural yang memengaruhi perempuan
- Representasi suara perempuan yang selama ini kurang terdengar
Perspektif perempuan digunakan untuk memperkaya pemahaman publik, bukan untuk mengaburkan fakta atau memihak secara emosional.
3. Standar Peliputan
Redaksi Lensa Perempuan wajib:
- Memastikan informasi bersumber jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
- Menghindari judul sensasional atau menyesatkan
- Tidak mempublikasikan informasi yang belum terverifikasi
- Memisahkan secara tegas antara fakta dan opini
Liputan investigasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi serta mempertimbangkan keselamatan narasumber.
4. Perlindungan Narasumber
Lensa Perempuan menjunjung tinggi hak narasumber, terutama korban kekerasan dan kelompok rentan:
- Identitas korban kekerasan seksual dan anak dilindungi
- Wawancara dilakukan dengan pendekatan empatik, tidak menekan
- Tidak menyalahkan korban (victim blaming) dalam bentuk apa pun
5. Anti-Diskriminasi
Lensa Perempuan tidak mentoleransi konten yang mengandung:
- Diskriminasi berbasis gender, ras, etnis, agama, disabilitas, atau latar sosial
- Stereotip yang merendahkan perempuan atau kelompok tertentu
- Ujaran kebencian dan kekerasan verbal
6. Integritas Redaksi
Jurnalis dan tim redaksi:
- Tidak menerima imbalan yang dapat memengaruhi independensi pemberitaan
- Menghindari konflik kepentingan dalam peliputan
- Menjaga profesionalitas dalam interaksi dengan narasumber
7. Opini dan Kontribusi Publik
Konten opini:
- Mencerminkan pandangan penulis, bukan sikap resmi redaksi
- Tetap harus berbasis data dan argumentasi yang rasional
- Tidak mengandung fitnah, ujaran kebencian, atau hasutan kekerasan
Redaksi berhak menyunting tulisan tanpa mengubah substansi.
8. Koreksi dan Hak Jawab
Lensa Perempuan terbuka terhadap koreksi:
- Kesalahan fakta akan diperbaiki secara transparan
- Pihak yang dirugikan berhak mengajukan hak jawab sesuai prinsip jurnalistik
9. Penggunaan Teknologi dan AI
Lensa Perempuan dapat memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk membantu proses riset atau penyusunan awal konten. Namun:
- Keputusan editorial tetap berada pada redaksi
- Verifikasi fakta dilakukan oleh manusia
- Teknologi tidak menggantikan tanggung jawab jurnalistik
10. Tanggung Jawab Sosial
Sebagai media nasional, Lensa Perempuan:
- Berperan dalam meningkatkan literasi publik
- Mendorong keadilan sosial dan kesetaraan
- Menjaga ruang dialog yang sehat dan bermartabat
Kode etik ini menjadi landasan moral dan profesional Lensa Perempuan dalam menjalankan jurnalisme yang tajam, berimbang, dan berperspektif perempuan demi kepentingan publik Indonesia.
